PALESTINA : KONFLIK MASA LALU, DAN SOLUSI MASA DATANG
PALESTINA :
KONFLIK MASA LALU,
DAN SOLUSI
MASA DATANG
Oleh : Ruslin
Pendahuluan
Amerika Serikat
melalui Presiden Trump menghidupkan kembali Konflik Masa Lalu dimana secara
sepihak mengakui Yerusalem (Al-Quds) kota suci umat Islam sebagai ibu kota
entitas Yahudi, tak pelak berbagai protes, kecaman, dan perlawanan muncul baik
dari umat islam maupun non muslim.
Kenapa palestina tidak
bisa dilepaskan dari cengkraman entitas yang bernama yahudi, padahal kalau kita
lihat fakta, menunjukan pada kita bahwa entitas yahudi tersebut sangat kecil,
kala itu menempati wilayah dan koloni yang sangat kecil dilihat dari luasan
wilayahnya kemudian bisa menguasai Negara
palestina?
Entitas Yahudi
Kemunculan entitas
Yahudi pertama kali dimunculkan oleh Inggris, dan kemudian setelah inggris
meninggalkan wilayah timur tengah setelah dikalahkan oleh Amerika, maka
Amerikalah yang berada dibelakang entitas yahudi tersebut.
Palestina dan Konflik Masa Lalu
Sebelum datangnya Islam
Negeri Syam (Palestina, Suriah, Lebanon & Yordania) kala itu ditinggali
oleh Bani Israil, mereka diusir oleh kekuasaan Persia, kemudian terusir lagi
oleh kekuasaan Romawi, Maka tatkala Palestina dikuasai oleh Kerajaan Romawi
tanah tesebut berhasil dibebaskan (futuhat)
oleh Khalifah Umar Bin Khatab sehingga menata kembali Yerusalem dan memperbolehkan
Kaum Yahudi kembali ke Yerusalem setelah berabad-abad diusir oleh Romawi.
Pembebasan Yerusalem (Al-Quds) berlangsung dengan tanpa pedang bahkan, Kunci Pintu
Gerbang Yerusalem (Al-Quds) diserahkan dengan damai hingga secara hukum Palestina
menjadi tanahnya kaum muslimin.
Waktu Berlalu Musim
berganti, terbentang sejarah panjang bahwa Kekhilafaan Islam pernah mencapai Masa
Kejayaanya dan menjadi negara adidaya
dunia, umat manusia hidup sejahtera umat islam dan umat non-muslim hidup damai
berdampingan diseluruh negeri negeri Islam. Perguliran terus belanjut dunia
Islam dari masa kejayaan hingga mengalami masa-masa kemunduranya sampailah pada
Perang Salib, Tanah Palestina dikepung dan direbut oleh pasukan Salibis tahun 1099
pelawanan umat islam terus dilancarkan hingga lahirlah kesatria tangguh bernama
Panglima Salahuddin Al-Ayyubi yang kemudian berhasil mengomandoi Jihad dan membebaskan kembali Yerusalem pada tahun 1187,
Kekuasaan Islam tersebut masih tetap kuat dan eksis dan terus berlanjut hingga
perang dunia pertama.
Pecahnya Perang dunia
pertama tahun 1914-1918 menyeret Kekhilafaan Islam hingga kalah dan runtuh pada
1924 sedangkan Inggris dan Prancis beserta sekutunya sebagai pememang Perang membuat
perjanjian rahasia Sykes-Picot yang membagi-bagi
wilayah Khilafah Turki Utsmani sebagai jajahnya, misalnya Prancis menjajah
Lebanon dan Syiria sedangkan Inggris menjajah Irak dan Yordania termasuk Palestina
yang ditetapkan sebagai mandat bersama
untuk dijadikan daerah internasional hingga Lahir Deklarasi Balfour yang isinya menyatakan bahwa
Inggris memberikan Tanah Air bagi entitas Yahudi yang tidak punya negara di
Palestina saat itulah banyak sekali orang-orang yahudi dari berbagai negari yang
sejak berabad-abad terusir oleh Romawi dari berbagai negri pindah (migrasi) ke Palestina disitulah mulai
terjadi berbagai masalah bagi umat islam disana yang mengalami berbagai terror dan
pembantaian oleh Entitas Yahudi.
Pecahnya Perang Dunia
Kedua tahun 1939-1945 menjadikan pergeseran kekuasaan dari dari Inggris kepada
Amerika yang kemudian menyetujui berdirinya Entitas Yahudi tersebut menjadi Negara
Israel yang ibukotanya belum di Yerusalem. Sekararang Presiden Amerika Donal
Trump seakan menghidupkan Konflik masa lalu.
Islam dan Solusi Masa
Datang
Umat Islam kala ini seakan
seperti anak yatim dan piatu, tidak punya bapak dan ibu. Inilah yang
menyebabkan khususnya umat islam dimana-mana mengalami berbagai persekusi,
penganiayaan, penindasan, penistaan, dan pembantaian, sebuah ironi apabila kita
konfrontir pada ajaran islam yang Rahmatan Lil’ Alamin.
Konflik di Palestina
dan negeri negeri muslim lainnya ada yang mengatakan bukanlah konflik agama hanya
sebatas konflik kemanusiaan namun tidak
bisa dipungkiri akan benturan Ideologi dunia yang saling beradu merebut
panggung kekuatan dan kekuasaan. Hingga jelaslah pada kita bahwa masalah Palestina
sebenarnya adalah bahwa Israel yang merebut tanah milik kaum muslimin yang
menghasilkan jatuhnya korban.
“Penjajahan diatas
dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri
keadilan”, berharap solusi perdamaian dari PBB (Perserikatan Bangasa Bangasa)
justru puluhan janji damai kini tak berguna, berharap Pada Amerika Serikat
adalah kemustahilan karana ibu kandung Israel adalah Amerika, bagaimana dengan
OKI (Organisasi Kerjasama Islam) justru hanya sebatas kecaman dan kutukan
demikian pula Negara Negara lainya seperti halnya Indonesia hal itu karena kita
masih dikendalikan dan dikangkangi oleh Kepentigan Asing dan Aseng yang
menguasai percaturan dunia.
Setelah berbagai
harapan dan upaya dilakukan untuk menyelesaikan konflik kemudian tidak
memberikan solusi yang tuntas, bagaimana kalau ketika kita menghadirkan suatu
konsep masa datang dalam tataran Ideal dimana ketika umat muslim seluruh dunia
bersatu dalam satu kekuatan besar atas dasar ukhuwah Islam dan institusi
pemersatu yang bernama khilafah islamiyah
Khilafah adalah negara
adidaya yang tidak bisa diikat kaki dan tanganya maupun dikangkangi oleh negara
penjajah dan kalau ini ada untuk menyelesaikan masalah Yerusalem (Al-Quds)
tidak membutuhkan waktu yang lama, sebagaimana kala TNI membebaskan sandra,
hanya membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama apalagi kualitas pasukanya
sekaliber Pasukan Salahuddin Al-Ayubi dalam seruan Jihad
Sungguh yang di butuhkan
sekarang bukan hanya doa, bukan hanya mengirimkan obat-obatan dan mengumpulkan
dana tapi butuh persatuan umat dan bala tentara Khilafah Islam yang akan
melindungi Tanah, Darah, dan Kehormatan kaum muslimin.
Waullahu a’alam bishawab
Ahad, 17/12/2017

Komentar
Posting Komentar